pengembangan media sosial sebagai sistem informasi di MI Muhammadiyah Taraman Sragen
SRAGEN – Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui tim pengabdian masyarakat penerapan teknologi tepat guna (P2TTG) pengembangan media sosial sebagai sistem informasi di MI Muhammadiyah Taraman Sragen.
Pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Yudi Wahyu Wibowo, S.T., M.Eng, dan ada beberapa anggota dari dosen yaitu Cahyaningtyas Sekar Wahyuni, S.Kom., M.Kom. Dedi Dunawan, P.hD, Arif Surya Kusuma, S.I.Kom., M.A. dan ada anggota dari mahasiswa Ogya Rajenda, Naufal Zul Helmi Maulana, Gilang Sri Nayaka, Diah Ayu Sulistyowati, Ilham Dwi Prasetyo.
Pelatihan dilaksanan oleh tim pengabdian masyarakat direktorat riset, pengabdian kepada masyarakat, publikasi dan sentra ki universitas muhammadiyyah surakarta (DRPPS)
Menurut salah satu tim pengabdian Cahyaningtyas Sekar Wahyuni mensosialisasikan dan memaksimalkan media sosial untuk promosi calon siswa dan wali murid, sebagai media informasi yang sangat mudah digunakan untuk saat ini.
“Pelatihan kali ini memaksimalkan sosial media untuk media informasi bagi calon siswa maupun calon wali murid, lebih lanjut mengetahui sekolah MIM Taraman maupun sekolah MIM yang lain”, tandas Cahyaningtyas.
Peserta pelatihan Wahyu Purwati Nurjannah S.Pd dari mi muhammadiyah taraman Sragen merespon positif, pelatihan seperti sangat manfaat bagi peserta untuk lebih mudah nantinya dalam proses sosialisasi kepada masyarakat.
“Alhamdulillah pelatihan kali ini berjalan lancar dan kami dapat pelajaran baru website maupun media sosial sebagai sistem informasi untuk mempermudah mengakses informasi sekolah kami, “ujaujarnya
Kegiatan pengabdian mendapat apresiasi dari kepala sekolah mim taraman sragen Dewi Wahyuto Sejati S. Pd.,I.,M.Pd sebagai langkah nyata tim pengabdian secara langsung membimbing kemajuan pendidikan.
“Pelatihan kali ini sangat luar biasa untuk para guru kami, agar menambah wawasan dan pengembangan ilmu pengetahuan, semoga kedepan pelatihan seperti ini akan tetap berlanjut guna perkembangan madrasah kami,” Tegasnya.
Ada sekitar 20 guru dari perwakilan MI Muhammadiyah diantaranya, MIM Taraman, MIM Sribit, MIM Sidoarjo dan MIM Bentak yang mengikuti pelatihan ini.
